Mpok Nori, Nikita Willy dari Betawi

Jalan Mpok Nori
Engkar Nori, putri seniman Betawi Mpok Nori. (Foto: Instagram: @engkar_nori)


Jakarta, Humoria - Alhamdulillah saya mewakili keluarga besar Almh. Ma' aji Nori. Mengucapkan terimakasih banyak kepada Gubernur Dki Jakarta bpk @aniesbaswedan beserta jajarannya, Dinas Bina Marga Dki Jakarta, dan Dinas Kebudayaan Dki Jakarta Bpk @imot_wardhana beserta staff dan jajarannya. Atas penghargaan kepada almh. Ma'aji Nori berupa nama jalan raya bambu apus menjadi jl. Mpok nori, dari pospol gempol sampai turunan perbatasan setu. 


Penggalan isi akun Instagram @engkar_nori, putri dari seniman Betawi Nuri Surinuri alias Mpok Nori, ini sontak dibanjiri komentar. 


Masya Allah pernah dulu satu panggung sama alm. Mak Nori di acara topeng ya Allah beliau baik bgt ramah padahal sy bukan siapa2 msh penyanyi kelas kampung tp beliau baik sekali sampai sendokin sy nasi dipiring dsuruh makan 😢 kata @dyah_ma***la. 


Atau @dannie***asetyo yang menulis, Wow legenda! Semoga keturunan beliau dapat meneruskan dan melestarikan karya-karya beliau. 🙏 


Di hari ulang tahun Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI memang mengganti 22 nama jalan di Ibu Kota. Salah satunya Jalan Raya Bambu Apus, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang kini berubah menjadi Jalan Mpok Nori. 


"Tanggapan keluarga sangat bersyukur dan gembira karena emak atau orangtua saya masih diingat, walaupun sudah enggak ada," ujar Engkar saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini. 


Engkar menilai, pergantian nama jalan merupakan penghargaan bagi almarhum Mpok Nori dan keluarga. 


Selain sebagai seniman Betawi, Nori juga dikenal sebagai salah satu komedian yang berkarier hingga usia senja. Wanita kelahiran Jakarta 10 Agustus 1930 ini, tidak bosan melestarikan budaya Jakarta sejak usia muda. 


Darah seninya mengalir dari sang ayah, Baba Kinan. Namun siapa sangka, masa kecil Mpok Nori mempunyai cita-cita yang berbeda jauh dari kariernya semasa hidup.


Gagal Jadi Perawat, Jadi Seniman 


Mpok Nori sempat ingin menjadi perawat. Namun keinginan itu tidak terwujud karena sang ayah, Baba Kenan dan Mak Kemah, menginginkan Mpok Nori menghidupkan kebudayaan Betawi. 


Saat itu, kedua orang tua Mpok Nori memang sudah aktif menggeluti kebudayaan Betawi, sebagai pemain rebab dan gendang, yang kemudian membentuk grup Topeng Betawi Gang Makyong. Kecintaan kepada seni budaya Betawi inilah membuat Baba Kenan dan Mak Kemah mengharapkan anak-anaknya bisa ikut berkipran di dunia seni. 


Selain Mpok Nori, salah satu anak Baba Kenan-Mak Kemah, yakni Nasir, juga berkarier menjadi seniman topeng. Nasir merupakan abang dari Mpok Nori.


Seniman Betawi Mpok Nori. (Foto: Imstagram @engkar_nori)


Dalam kariernya, Mpok Nori pernah mendirikan grup lenong Sinar Noray. Namanya makin dikenal luas, setelah bermain dalam serial di televisi, Pepesan Kosong. 


Mpok Nori tampil dengan gayanya yang lugas dan logat betawi yang kental. Dia beradu akting bersama sahabatnya, Muhammad Bokir, Malih, dan Bolot. Dalam setiap lawakannya, kerap kali ia selalu mengaku dirinya adalah Nikita Willy. 


Tak hanya itu, Mpok Nori juga sempat membintangi sejumlah judul film dan acara komedi. Beberapa di antaranya adalah Hantu Biang Kerok (2009), Get Married 2, dan Get Married 3, Jeritan Danau Terlarang, dan Sule Detektif Tokek. 


Selain bermain film, Mpok Nori juga piawai bernyanyi dan bermain silat. Dia bahkan pernah rekaman dan merilis kaset berjudul Sampah. Berkat keahliannya, Mpok Nori pernah menjadi dosen kehormatan di jurusan Tari LPKJ, yang sekarang berubah nama menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). 


Mpok Nori menikah dengan pemuda bernama Ungkung, seorang pemain Tanjidor tahun 1946, ketika masih berusia 16 tahun. 


Di usia 84 tahun, Mpok Nori meninggal dunia, pada 3 April 2015. Dia mengalami sesak napas akibat penyakit asma yang memang sudah lama diidapnya. Atas permintaannya, Mpok Nori dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.


Kegelisahan Mpok Nori 


Saat melayat ke rumah duka, komedian Betawi Mastur sempat menceritakan kegelisahan Mpok Nori semasa hidupnya. Mpok Nori mengaku, berkesenian bukan hanya untuk dirinya, namun untuk hal yang lebih luas. Mpok Nori ingin budaya Betawi tak tergerus zaman. Dia ingin budaya Betawi tetap lestari. 


“Kalau lagi break syuting kita biasanya ngobrol lepas, tentang apa saja. Nah Mpok Nori itu  pernah mengungkapkan kegelisahanya tentang budaya Betawi yang kian hari kian ditinggalkan. Sebagai orang tua dan pelaku budaya Betawi asli, keinginan dia itu enggak muluk-muluk. Agar budaya Betawi tetap lestari,” ungkap Mastur, yang juga adik kandung Mandra, kepada fimela.com. 


Mastur berharap, keluh-kesah Mpok Nori ini ada yang  menanggapi, khususnya generasi muda. “Memang bukan perkara mudah membuat anak muda demen pada budaya traadisional seperti budaya Betawi. Adalah tugas yang senior untuk mengkreasi agar budaya Betawi bisa disuka anak muda. Jadi  enggak hanya budaya populer atau budaya Barat saja yang disuka anak muda,” kata Mastur. 


Bagi Mastur sosok Mpok Nori memang spesial dan tak tergantikan. “Sampai saat ini saya belum menemukan orang yang bisa menandinginya. Hampir sepanjaang hidupnya diabdikan untuk seni. Itu yang saya salut banget. Dari sisi kekhasan karakter juga begitu. Dia itu khas banget. Kalau ada karakter yang harus ia perankan dan kemudian digantikan orang lain, tak ada yang bisa menjadi pengganti,” ungkap Mastur. 


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penggunaan nama Mpok Nori dan tokoh Betawi lainnya, merupakan apresiasi atas peran para tokoh tersebut dalam perjalanan Kota Jakarta. 


"Dari Betawi dilahirkan begitu banyak pribadi-pribadi yang hidupnya memberikan kemajuan," ujar Anies. 


Anies berharap, di masa mendatang, masyarakat dan generasi muda di Jakarta akan semakin mengenal tokoh dari Betawi, termasuk salah satunya sosok sang legenda, Mpok Nori. 


(Gading Putri)

Post a Comment

Previous Post Next Post