Menjadi Dewasa Menggerus Selera Humor?

 

Selera humor manusia akan berkurang seiring bertambahnya usia. (Foto: Freepik)


Jakarta, Humoria - Humor merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia normal, sebagai sarana berkomunikasi untuk menyalurkan perasaan yang terpendam, pelampiasan tekanan problematik yang dialami seseorang, dan memberikan suatu wawasan yang bijaksana sambil tampil menghibur. 


Keberadaan humor dalam kehidupan manusia ada sejak manusia mengenal bahasa, melakukan komunikasi antarpersonal. Humor merupakan hal-hal yang lazimnya berhubungan dengan tersenyum atau juga tertawa. 


Teori humor amat beragam, namun secara menyeluruh semua cenderung ke maksud yang sama. Sesuatu yang menggelikan, mempesona, aneh, identik dengan kelucuan, dan, akhirnya, merangsang seseorang untuk tertawa atau tersenyum. 


Jenis humor meliputi humor personal, humor dalam pergaulan, dan humor dalam kesenian. Sedangkan, fungsi humor antara lain adalah sarana menyatakan gagasan, sarana kritik/protes sosial, media informasi dan media hiburan, serta menghilangkan stres karena tekanan jiwa/batin. 


Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa orang akan cenderung mulai kehilangan selera humor mereka pada usia 23 tahun. Dikutip dari World of Buzz, penelitian ini dilakukan oleh dua akademisi sekolah bisnis dari Universitas Stanford, California. Dalam penelitian ini terungkap bahwa frekuensi orang tertawa atau tersenyum setiap hari mulai menurun.  


Temuan penelitian tersebut telah diterbitkan dalam buku berjudul “Humour, Seriously." Jennifer Aaker, seorang profesor psikologi di Stanford Graduate School of Business serta Naomi Bagdonas, seorang dosen di universitas adalah dua nama penulis buku tersebut. 


Survei tersebut melibatkan 1,4 juta orang dari 166 negara berbeda yang mengukur berapa kali mereka tertawa atau tersenyum setiap harinya. 


Kemudian, hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia orang mulai jarang tersenyum dan tertawa saat berusia 23 tahun dan salah satu alasannya karena mulai memasuki dunia kerja.  


Penelitian ini juga menemukan bahwa rata-rata anak yang berusia empat tahun tertawa sebanyak 300 kali setiap harinya sedangkan seseorang yang berusia 40 tahun tertawa 300 kali selama 10 minggu. Anak-anak menjalani masa kecilnya tanpa beban, namun berbeda dengan orang dewasa yang sudah mulai bekerja.  


Semakin dewasa, manusia makin melihat sesuatu dengan serius, sehingga mampu membuat pertimbangan jangka pendek dan panjang. Telah memahami dampak dan konsekuensi yang akhirnya memberikan pengaruh bagaimana merespon hal tersebut.  


Dari berbagai riset disebutkan bahwa setelah seseorang memasuki dunia kerja, mereka tiba-tiba akan menjadi orang yang serius dan penting. 


Jennifer Aaker dan Naomi Bagdonas mensurvei lebih dari 700 pekerja di berbagai industri dan menemukan bahwa ketika seseorang mengejar profesionalisme, mereka cenderung takut dalam menunjukkan selera humor mereka di tempat kerjanya.  


Jennifer Aaker dan Naomi Bagdonas juga menunjukkan apa alasan yang membuat seseorang mulai kehilangan selera humornya. Sebagian besar responden yang mengikuti survei meyakini bahwa humor tidak memiliki tempat di tengah kesibukan seseorang yang sedang bekerja dengan serius. 


(Marissa Sabrina)


Post a Comment

Previous Post Next Post