Marwoto dan Energi Komika


Jakarta, Humoria - Suatu ketika, Pandji Pragiwaksono, penerima penghargaan sebagai komika terpilih dari PaSKI, menjabarkan di akun YouTubenya tentang perbedaan antara pelawak dan komika. 


Merujuk pasa buku "Pecahkan" hasil kolaborasi Pandji dan Ulwan Fakhri--peneliti Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) yang juga sempat tujuh tahun aktif menjadi komika--Pandji secara singkat menjelaskan perbedaan keduanya. 


"Komika sudah pasti pelawak. Sedangkan pelawak belum tentu komika, karena pelawak bisa saja ada dalam sebuah grup," kata Pandji. 


Tapi, bagi Marwoto, perbedaan, termasuk andai kata ada kesenjangan antara pelawak dan komika, itu tak membuat dirinya hilang arah. 


Komedian pemilik nama lengkap Sri Slamet Soemarwoto ini justru tak ingin kehilangan kesempatan, ketika kini banyak bermuncilan para komika. Marwoto justru senang. 


Pantang bagi Marwoto menjaga jarak. Bahkan dia sengaja belajar banyak dari para komika tanah air yang dikenalnya. 


"Makanya kita harus belajar. Kita tidak boleh mandeg. Kalau mandeg bisa ketinggalan zaman. Proses pencarian itu kita kembangkan meskipun kita gaptek. Kita harus menyadari bagaimana perkembangan situasi di luar," kata seniman dagelan berusia 69 tahun ini. 


(Dian Wahyudi)

Post a Comment

Previous Post Next Post