Eddy Gombloh: "Saya dan Benyamin Bagai Pinang Dibelah Dua"



Jakarta, Humoria - Tepat hari kemerdekaan 17 Agustus, Eddy Gombloh, sahabat karib komedian legendaris Benyamin Sueb, berulang tahun. Usia Supardi--nama asli Eddy--kini sudah 80 tahun. 


Tapi, Eddy yang kini menetap di daerah Sleman, Yogyakarta, tak pernah bisa lupa akan sosok Benyamin, partner konyolnya di sejumlah film komedi era 1970 sampai 1980-an. 


Hal yang selalu dikenang Eddy adalah  betapa jahilnya seorang Benyamin. Tiap kali bersama, ada saja ide Benyamin untuk usil terhadap Eddy. 


Eddy tak pernah bisa marah terhadap Benyamin. Begitu pula sebaliknya. Keakraban keduanya memang sudah terjalin lama, jauh sebelum berkiprah di dunia layar lebar. Mereka pernah membentuk grup komedi bersama Doel Kamdi, dengan nama Trio Kambing di tahun 1967. Trio Kambing adalah akronim dari Kamdi, Benyamin, dan Gombloh. 


Di film, duet Benyamin dan Eddy di adalah duet maut, sulit ditandingi. Biasanya, Benyamin yang konyol, menjadi sosok superior terhadap Eddy, yang selalu menjadi korban kejahilan Benyamin. Di film, Eddy memang pas sekali berperan sebagai sosok manusia lugu, obyek empuk untuk dibully. Air muka culun Eddy tak ada lawan. 


Boleh dibilang, Eddy dan Benyamin ibarat dua sisi mata uang logam. Salah satunya hilang, akan terasa hambar. 


Dan kini, di usia senjanya, Eddy akan selalu mengenang sohib kentalnya itu. Seorang komedian besar, yang selalu membuat dirinya tertawa bila teringat kejahilannya. 


Panjang umur Pakde Eddy. Sehat selalu di bawah lindungan Allah SWT. Amin. (Arya Brajadenta)

Post a Comment

Previous Post Next Post