Produktif Kerja dengan Humor


Tertawa bersama rekan kerja di kantor membuat lebih produktif. (Foto: freepik)

Jakarta, Humoria - Dunia kerja adalah dunia yang menuntut tanggung jawab dan profesionalitas. Namun, bukan berarti hal itu harus selalu disikapi dengan serius, kaku, lalu menghindari humor atau bercanda.


Menjadi orang yang humoris akan lebih mudah disenangi banyak orang. Mereka yang kerap membanyol akan membuat orang lain senang dan bahagia berada di dekatnya. Syaratnya, bercanda tidak berlebihan, tidak menyinggung perasaan, tidak menghina fisik, tidak menyerang personal, terlebih lagi membawa topik berbau SARA yang sensitif. 


Itulah sebabnya, penting menyikapi humor secara proporsional. Atasan tak perlu sungkan bersikap humoris, sehingga tercipta suasana kerja yang menyenangkan, karena kelucuan memang memberikan berbagai manfaat yang berarti.


Sebuah riset yang dilakukan oleh perusahaan konsultan manajemen internasional menyimpulkan, lebih dari 90 persen petinggi perusahaan meyakini keberadaan humor penting untuk kemajuan karier. 


Sebanyak 84 persen percaya bahwa humor bisa membantu seseorang menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih baik, alias lebih produktif. 


Agar bisa menjadi produktif, karyawannya  tentu tidak perlu menjadi seorang komika. Tapi, bercanda di saat yang tepat bisa membuat jalan karier lebih mulus. Setidaknya, mereka terhindar dari stres dan rasa jenuh. 


Berikut ini beberapa manfaat humor di kantor: 


1. Menghilangkan Stres dan Lebih Sehat


Kesan terlalu serius di kantor dapat teratasi dengan guyonan atau bercanda. Apalagi jika ada banyak kerjaan menumpuk, tekanan kerja dari atasan, target kerja yang belum tercapai, besar kemungkinan stres akan melanda.


Dengan berhumor pikiran yang tegang bisa lebih relaks. Sejenak beban terasa lebih ringan, sehingga pekerja lebih mampu membuat keputusan yang logis dan tidak emosional. Hasilnya, tubuh akan menjadi lebih sehat, stres hilang dan kinerja lebih maksimal.


2. Mempererat Hubungan antar Sesama Rekan Kerja


Hubungan yang kaku dengan sesama rekan kerja akan membuat karyawan kesulitan berkomunikasi, sehingga risiko pekerjaan berantakan dan kesalahpahaman pun akan meningkat.


Dengan saling melontarkan humor bisa menjadi salah satu cara mencairkan suasana. Guyonan lucu membuat suasana terasa akrab antarsesama rekan kerja. Kekeliruan kecil tak akan menimbulkan konflik. Bahkan, humor bisa menerobos dinding pembatas antarlevel pekerja di kantor.


3. Mendorong Semangat Bekerja


Bekerja secara profesional bukan berarti tidak boleh menyelipkan humor. Sesekali boleh saja membagikan humor saat melakukan presentasi, rapat, dan berbincang dengan sesama rekan kerja.


Humor dapat mengurangi kepanikan dan ketegangan. Humor memberikan energi positif dan tanpa disadari akan menambah semangat dalam bekerja.


4. Memicu Kreativitas


Bercanda memicu kreativitas? Memang benar adanya. Jika kondisi badan sehat dan stres hilang, justru akan memunculkan banyak sumber ide kreatif. Kualitas pekerjaan tentunya akan lebih baik jika dalam keadaan sehat dan tidak tegang. 


Karyawan juga akan lebih mudah terinspirasi dari guyonan-guyonan lucu. Humor meningkatkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah. 


Dalam sebuah penelitian yang dilansir freepik.co.id menunjukkan, hanya dengan sekadar menonton film-film komedi dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang kreatif. Pekerjaan juga akan lebih menyenangkan jika proses komunikasi berjalan lancar, baik ke sesama rekan kerja, maupun ke level atasan. 


5. Meningkatkan Rasa Saling Percaya


Memiliki selera humor yang tinggi secara tidak langsung membangun rasa percaya dengan atasan atau sesama rekan kerja. Situasi seperti ini membuat suasana menjadi lebih cair dan nyaman. Manfaat sosial dari humor juga termasuk kekompakan suasana kantor, pengurangan perbedaan status dan pemecahan konflik di antara kelompok-kelompok yang beraneka ragam. Riset menunjukkan bahwa mereka yang humoris dipandang lebih kredibel dan kompeten.


6. Menciptakan Rasa Kekeluargaan


Rasa kekeluargaan bisa tercipta di lingkungan kerja dengan adanya rasa humor. Saling berbagi humor dan tertawa bersama membuat setiap orang merasa sedang berada dengan orang-orang terdekat. 


Humor membuat semua level terasa lebih akrab, sehingga dapat memperkuat hubungan dalam tim kerja. Kantor pun jadi terasa seperti rumah kedua. (Dian Wahyudi/dari berbagai sumber)

Post a Comment

Previous Post Next Post