Harry "Boim" De Fretes: Kini Banyak Lenong Palsu


Jakarta, Humoria - Harry De Fretes @harrydefretes punya kebiasaan ajaib. Ada kalanya, pada jam sepuluh malam, dia mendadak pergi begitu saja. Naik bus dari Blok-M ke Cililitan atau dari Cililitan lanjut ke Pulo Gadung. 


Di sepanjang perjalanan di dalam bus, Harry duduk terdiam dan memasang telinga kuat-kuat, menyimak perbincangan penumpang lain. Dari obrolan kerjaan sampai masalah rumah tangga. 


"Cuma mau dengerin orang-orang ngomong di dalam bus aja. Pokoknya banyak masalah sosial mereka yang saya serap. Buat menambah pengalaman batin," kata pria bernama lengkap Hartawan de Fretes ini, seperti dilansir majalah Vista, terbitan Oktober 1991.


Aksi "nguping" itulah yang kemudian membuat skenario Lenong Rumpi yang dibuat Harry begitu dekat dengan kondisi masyarakat. Lenong Rumpi adalah sitkom yang populer di tahun 1990-an, tayang sejak medio 1991 di RCTI. 


Lawakan yang terinspirasi dari tradisi Betawi ini begitu moncer, bahkan mampu menyaingi ketenaran grup lawak papan atas kala itu, seperti Warkop DKI atau Bagito Grup. Hal ini pula yang membuat Raam Punjabi dari Parkit Film menggarap dua sekuel Lenong Rumpi ke layar lebar.


Selain Harry sebagai Boim, Lenong Rumpi juga diperkuat Debby Sahertian, Jimmy Gideon, Era Gloria, Alm. Robby Tumewu, Alm. Ade Juwita. Tak jarang bintang tamu juga dihadirkan seperti Ira Wibowo, Titi Dwijayanti atau Suti Karno.


Kepedulian Harry, yang lahir di Hannover, Jerman, 24 September 1967, terhadap kesenian tradisi memang tinggi. Jebolan Swara Mahardhika pimpinan Guruh Soekarnoputra ini punya alasan tersendiri kenapa dia begitu mencintai lenong.


"Saya udah kadung cinta sama lenong. Kalau kesenian ini nggak ada yang melestarikan, kan lama-lama punah. Kasihan dong. Padahal itu bagian dari seni tradisi kita," kata Harry kepada Fayruzza A. Kamal @fayrgichn dari Humoria.


Post a Comment

Previous Post Next Post